Loading...
Loading...
Loading...

Sabtu, 06 Juli 2013

MAKALAH (JENIS-JENIS KOLEKSI REFERENSI)

MAKALAH
JENIS-JENIS KOLEKSI REFERENSI









OLEH

INTAN PUJI LESTARI
13040112140027
ILPUS D



JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013



                   I.            PENDAHULUAN

Jenis-jenis koleksi referensi, yaitu koleksi primer terdiri dari : ensiklopedi, kamus, almanak dan buku tahunan, buku pegangan, buku panduan, biografi, sumber geografi, serta statistik, koleksi sekunder sering disebut juga dengan bahan rujukan umum terdiri dari : bibliografi, katalog, abstrak, dan indeks, sedangkan koleksi tersier disebut dengan sarana bibliografi dari bibliografi terdiri dari : direktori dan bibliografi dari bibliografi. Penggunaannya terdapat pada kata pengantar buku, kemudian susunannya disusun secara kronologis, penelusurannya disusun secara alfabetis.
Permasalahan yang dapat diambil, yaitu banyak sekali pemustaka yang belum pahan akan keberedaan jenis koleksi referensi dan cara penggunaannya, maka di dalam makalah ini akan diberitahukan bagaimana cara menelusur koleksi referensi dan penggunaannya yang baik dan mudah.

              II.            PEMBAHASAN

JENIS-JENIS KOLEKSI REFERENSI
Koleksi perpustakaan dapat dikelompokkan menjadi koleksi primer, koleksi sekunder, dan koleksi tersier. Koleksi sekunder sering disebut dengan bahan rujukan umum, sedangkan koleksi tersier disebut dengan sarana bibliografi dari bibliografi. Dalam perpustakaan, ketiga jenis koleksi ini ditempatkan dalam ruang referens. Dan pustakawan yang melayaninya disebut dengan pustakawan rujukan.
1.         Jenis-jenis Koleksi Primer
a.         Ensiklopedi
Ensiklopedi merupakan bahan rujukan yang berisi uraian ringkas tentang berbagai topik atau subyek yang umumnya disusun secara alfabetis, kadang-kadang desertai deskripsi, definisi, dan informasi bibliografis. Saat ini berbagai ensiklopedi disusun dengan berbagai tujuan pula. Tetapi intinya adalah untuk mengumpulkan dan mengorganisir pengetahuan yang tersebar di berbagai belahan dunia, atau untuk memenuhi kebutuhan informasi para pembaca. Hampir semua bidang pengetahuan dan informasi dikupas, dirinci dan dijelaskan melalui berbagai artikel yang disusun secara detail dan didukung oleh fakta-fakta yang akurat.
Berdasarkan cakupannya ensiklopedi bisa dibedakan menjadi:
Ø  Ensiklopedi umum à memuat berbagai topik, berbagai bidang atau disiplin ilmu pengetahuan.
Contoh:
Ensiklopedi Nasional Indonesia (18 jilid).
Ensiklopedi Indonesia (7 jilid).
Encyclopedia Americana (30 jilid).
Encyclopedia Brittanica (24 jilid).
Ø  Ensiklopedi khusus à memuat berbagai topik dari satu bidang atau satu disiplin ilmu tertentu.
Contoh:
Ensklopedi Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1993. 5 jilid;
Ensiklopedi Ijmak: Persepakatan Ulama dalam Hukum Islam. Jakarta: Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), 1986;
Syekh Imam Syihabuddin Abi Abdillah Yaquut bin Abdullah al-Hamawiy ar-Ruumiy al-Baghdadiy. Mu’jam Al-Udaba’. Beirut: Dar Ihya’ at-Turaats al-Arabiyyi. 1936. (c18) jilid.
Encyclopedia of Science and Technology (15 jilid).
Cara menelusur : dalam ensiklopedi yang hanya terdiri dari satu jilid, entri-entri dapat langsung dicari di bawah abjadnya, kemudian ke halaman yang memuat running title, sedangkan pada ensiklopedi yang terdiri atas beberapa jilid, penelusurannya akan lebih efektif bila dilakukan melalui indeks dan di mana entri-entrinya merujuk ke nomor jilid serta nomor halaman.
b.         Kamus
Kamus merupakan bahan rujukan yang berisi kata-kata disertai arti (makna) dan disusun menurut abjad, kadang-kadang dilengkapi dengan cara pengejaan, penlisan suku kata, asal kata (etimologi), persamaan (sinonim), lawan kata (antonim) dan penggunaannya dalam kalimat (sintaksis). Istilah lain dari kamus adalah daftar kata/istilah, takarir, glosari, leksikon, dan mu’jam.
Menurut isinya, kamus dibedakan menjadi:
·         Kamus umum à berisi kata-kata dari berbagai subyek atau bidang ilmu pengetahuan yang disusun secara alfabetis, jenisnya dapat berupa kamus satu bahasa (monolingual) saperti Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus dua bahasa (bilingual) seperti Advanced English Indonesian Dictionary. Kamus banyak bahasa (poliglot) : kamus yang istilah-istilahnya dijelaskan dengan berbagai bahasa seperti Kamus Indonesia-Inggris-Arab.
·         Kamus khusus (kamus teknik atau kamus istilah) à berisi kata-kata dalam satu subyek atau suatu bidang pengetahuan tertentu yang disusun secara alfabetis. Contoh kamus khusus, yaitu Kamus istilah pertanian, kehutanan dan perikanan.
·         Kamus subjek. Contoh:
Ahmad Abthoni IKM. Kamus Lengkap Teknik (Inggris – Indonesia).                      Surabaya: Gitamedia, 1998.
Kamus Lengkap Dunia Komputer. Yoygakarta: Andi, 2002
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kamus seperti:
Ø  Tempat mencari makna kata.
Ø  Tempat memeriksa ejaan, penyukuan, serta penggunaan tanda hubung.
Ø  Tempat mencari lafal kata.
Ø  Tempat mencari riwayat, asal-usul dan turunan kata.
Ø  Tempat mencari sinonim, antonim, dan homonim kata.
Ø  Tempat mencari singkatan, akronim, tanda dan lambang kata.
Ø  Tempat mencari kata asing yang sering dipakai.
Cara penelusuran : entri-entri yang terdapat dalam kamus, dapat langsung ke abjad kemudian ke running title.
b.         Almanak dan Buku Tahunan
Almanak adalah buku yang memuat informasi tentang data atau statistik yang berkaitan dengan negara, kejadian, pejabat, subjek dan kehidupannya. Almanak disusun secara kronologis, berdasarkan waktu yang umumnya memuat informasi mengenai ramalan-ramalan cuaca, data statistik organisasi atau lembaga, dan catatan-catatan mengenai kejadian atau peristiwa yang nyata dan bersifat mutakhir.
Buku tahunan adalah bahan rujukan yang memuat informasi mengenai catatan kejadian, perkembangan suatu masalah atau subjek dalam satu tahun terakhir. Buku ini banyak digunakan di perpustakaan untuk menjawab pertanyaan rujukan dan berguna untuk penelitian sejarah karena disajikan secara lengkap dan diterbitkan segera setelah terjadi suatu peristiwa tertentu.
Ada perbedaan yang esensial antara almanak dan buku tahunan, yaitu
Ø  Dalam almanak juga terdapat data-data yang bersifat retrospektif.
Ø  Tujuan buku tahunan yang paling mendasar adalah untuk mencatat kegiatan tahunan dari negara, subjek atau wilayah tertentu.
Cara penelusuran : melalui nama, bulan dan tahun.
c.         Buku Pegangan (handbook)
Buku pegangan (handbook) berisi informasi mengenai petunjuk dan identifikasi suatu masalah secara mendasar yang berupa tabel-tabel, simbol, formula dan istilah yang berkaitan dengan suatu subjek yang dibahasnya yang digunakan sebagai acuan. Tujuan utamanya sebagai bahan rujukan cepat dalam satu bidang atau cabang pengetahuan.
Cara penelusuran : petunjuk diikuti atau dibaca tahap demi tahap.
d.        Buku Panduan
Buku panduan berisi petunjuk, panduan atau prosedur untuk mengerjakan sesuatu secara bertahap, dan dilengkapi dengan gambar untuk memudahkan proses pengerjaan.
Cara penelusuran : petunjuk diikuti atau dibaca tahap demi tahap.
e.         Biografi
Biografi, yaitu catatan tentang kehidupan seseorang. Ditinjau dari segi cakupan isinya, maka sumber biografi bisa dibagi menjadi :
Ø  Sumber biografi umum universal
Ø  Sumber biografi umum nasional
Ø  Sumber biografi khusus
Ø  Sumber biografi perseorangan yang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
·         Otobiografi
·         Biografi
Cara penelusuran : informasi dicari melalui abjad nama orang.
f.          Sumber Geografi
Sumber geografi adalah bahan pustaka yang memuat informasi mengenai tempat, gunung, sungai, batas negara, batas wilayah, dan sebagainya yang berkaitan dengan lokasi yang disajikan dalam bentuk peta, atlas, globe, gazetir, dan buku petunjuk perjalanan.
Cara penelusuran : informasi dicari berdasarkan urutan wilayah negara, provinsi dan sebagainya.
g.         Statistik
Statistik berisi fakta/data yang disajikan dalam bentuk angka dari suatu subyek atau komoditas tertentu dan disusun berdasarkan urutan wilayah.
Cara penelusuran : data dicari melalui abjad nama wilayah.
2.         Jenis-jenis Koleksi Sekunder
a.         Bibliografi
Biblografi merupakan daftar karya tulis dalam satu atau beberapa bidang ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis dan alfabetis. Cakupan isinya bersifat komprehensif yaitu meliputi berbagai aspek atau bersifat terbatas khusus pada suatu aspek tertentu.
Tujuan bibliografi adalah membantu pemakai mengetahui eksistensi sebuah dokumen atau mengidentifikasi sebuah dokumen atau bahan pustaka lain sesuai dengan keperluannya.
Cara penelusuran : melalui indeks nama pengarang, atau indeks subyek yang mengacu ke nomor-nomor entri.
b.         Katalog
Katalog dalam istilah perpustakaan adalah sarana yang mendaftar seluruh koleksi perpustakaan. Dalam hal ini katalog dapat dibedakan menjadi :
Ø  Katalog Perpustakaan, yaitu daftar buku atau koleksi yang dimiliki oleh suatu perpustakaan tertentu.
Ø  Katalog Induk, daftar buku atau koleksi yang tidak terbatas pada satu perpustakaan saja. Sudah tentu dalam katalog semacam ini ada penunjukan terhadap keberadaan koleksinya.
Cara penelusuran : informasi dicari berdasarkan urutan abjad.
c.         Abstrak
Yang dimaksud dengan abstrak disini adalah majalah abstrak, yaitu terbitan berseri dengan frekuensi teratur yang berisi sari karangan dalam subyek tertentu yang terbit dalam majalah primer.
Tujuan utama abstrak ada dua, yaitu
Ø  Menghemat waktu pemakai dengan cara memeriksa abstrak serta memeriksa apakah artikel yang dibuatkan abstrak tersebut bermanfaat atau tidak bagi pemakai.
Ø  Membantu melakukan penelusuran retrospektif tanpa melihat artikel sesungguhnya. Dalam hal ini dapat dikatakan 48% peneliti menggunakan abstrak sebagai pengganti artikel sebenarnya.
Cara penelusuran : lihat cara penggunaannya, atau melalui indeks nama pengarang, atau indeks subyek yang mengacu ke nomor entri.
d.        Indeks
Indeks berisi daftar karya tulis berupa artikel majalah, laporan dan lain-lain dalam subyek tertentu dan disusun secara sistematis dan alfabetis.
Indeks dapat dikelompokkan menjadi :
Ø  Indeks buku à berisi daftar kata-kata penting disertai nomor yang mengacu ke bagian koleksi dokumen. Indeks jenis ini biasanya terletak pada bagian akhir sebuah buku.
Ø  Buku indeks à merupakan sebuah buku yang berdiri sendiri, bisa terdiri dari satu jilid atau lebih, berisi daftar kata-kata disertai dengan nomor yang mengacu kepada bagian atau halaman sebuah buku atau sekumpulan buku.
Ø  Majalah indeks à merupakan terbitan berseri dengan kala terbit teratur yang berisi senarai artikel yang dimuat dalam majalah primer.
Cara penelusuran : lihat cara penggunaannya, atau melalui indeks pengarang, subyek atau wilayah yang terdapat pada halaman-halaman akhir yang mengacu ke nomor entri.
3.         Jenis-jenis Koleksi Sekunder
a.         Direktori
Direktori adalah suatu bahan rujukan yang memuat daftar organisasi atau perorangan, disusun secara alphabetis dan sistematis.
Cara menelusur : entri-entri ditelusur melalui nama wilayah, yaitu nama negara, kemudian nama-nama provinsi dan kota, kemudian dicari bawah nama lembaga.
b.      Bibliografi dari bibliografi

                           III.            PENUTUP

KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari pembahasan tersebut, yaitu cara menelusur koleksi referensi berdasarkan entri-entri yang disusun secara alfabetis.

SARAN
Semua koleksi primer, sekunder dan tersier hendaknya ditempatkan dalam ruang referensi dan dikelola oleh pustakawan rujukan yang potensial. Pustakawan rujukan cukup mengetahui sumber apa yang dapat memberikan jawaban memuaskan untuk memecahkan pertanyaan yang diajukan pemustaka.



DAFTAR PUSTAKA

Inotji Hajatullah dan Paudah Djamilah. 2000. Layanan Referensi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian : Bogor.

Mustafa, Badollahi dan Abdul Rahman Saleh. 1994. Bahan rujukan umum. Jakarta : Universitas Terbuka.

Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.


Trimo, Soejono. 1997. Buku Panduan untuk Matakuliah Reference Work dan Bibliography dengan Sistem Modular. Jakrata: Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar